Oleh : Ratna Puji Astuti | 12:00 WIB | 18 September 2026
.png)
Digitalisasi klinik perlu memiliki sistem yang mampu mengelola rekam medis dan data pelayanan secara terstruktur. Salah satu bagian penting dalam digitalisasi klinik adalah integrasi SATUSEHAT. SATUSEHAT adalah platform pertukaran data kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI yang menghubungkan berbagai sistem informasi kesehatan di Indonesia.
Bagi pengelola klinik, memahami cara integrasi SATUSEHAT tidak hanya penting dari sisi teknis, tetapi juga untuk memastikan data dan proses operasional klinik dapat dikelola dengan lebih baik. Lalu, bagaimana cara integrasi SATUSEHAT untuk klinik dan apa saja yang perlu dipersiapkan?
SATUSEHAT adalah ekosistem pertukaran data kesehatan yang menghubungkan sistem informasi dan aplikasi dari berbagai anggota ekosistem kesehatan, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan dan penyedia sistem digital kesehatan. SATUSEHAT menggunakan standar HL7 FHIR untuk mendukung pertukaran data secara interoperabel.
Integrasi SATUSEHAT memungkinkan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) yang digunakan klinik mengirimkan data sesuai standar yang ditetapkan. Karena itu, integrasi SATUSEHAT bukan sekadar menghubungkan dua aplikasi tetapi juga membutuhkan kesiapan sistem, data, dan proses operasional. Dalam proses integrasinya, Kementerian Kesehatan juga menyediakan panduan terpisah untuk registrasi fasyankes, registrasi sistem RME, serta akses API.
Untuk melakukan integrasi SATUSEHAT, klinik perlu memastikan bahwa seluruh persyaratan penting telah dipenuhi terlebih dahulu. Berikut syarat-syarat klinik untuk integrasi SATUSEHAT:
Data Klinik sudah Sesuai dan Terbaru
Langkah pertama adalah memastikan data fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang digunakan sudah benar dan sesuai dengan kondisi klinik. Jika ada data yang perlu diperbarui, pemutakhiran dapat dilakukan melalui Data Fasyankes Online (DFO).
Gunakan Sistem Rekam Medis Elektronik (RME) yang Terintegrasi
Klinik perlu memiliki sistem RME yang dapat mendukung proses integrasi dengan SATUSEHAT. Sistem tersebut dapat dikembangkan dapat menggunakan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) dari mitra atau sistem Rekam Medis Elektronik (RME) yang dikembangkan secara mandiri. Jika menggunakan sistem dari mitra, pastikan sudah terdaftar dan terverifikasi di SATUSEHAT.
Pastikan Sistem RME sudah Tercatat dalam Data Klinik
Setelah memilih sistem RME yang digunakan, klinik perlu memperbarui informasi tersebut melalui proses pemutakhiran data. Sistem RME yang sudah terdaftar dan terverifikasi di SATUSEHAT nantinya dapat dipilih pada proses tersebut.
Siapkan Kontak dan PIC
Klinik juga perlu menyiapkan informasi kontak yang aktif saat melakukan pemutakhiran data. Selain itu, sebaiknya klinik menunjuk satu PIC (Person in Charge) yang bertugas mengoordinasikan proses integrasi dengan penyedia RME atau tim IT, memantau progres, serta membantu menangani kendala yang muncul selama proses implementasi.
Setelah memastikan persyaratan integrasi sudah terpenuhi, langkah berikutnya adalah menghubungkan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) klinik dengan SATUSEHAT. Proses ini melibatkan beberapa tahapan, mulai dari memastikan sistem yang digunakan hingga memantau apakah data pelayanan berhasil dikirimkan. Berikut gambaran proses integrasi SATUSEHAT yang dapat diikuti oleh klinik:
Pastikan RME Klinik Siap Digunakan untuk Integrasi
Mulailah dengan memastikan sistem RME yang digunakan klinik sudah dapat mendukung integrasi dengan SATUSEHAT. Jika menggunakan RME dari penyedia, koordinasikan proses integrasi dengan pihak penyedia tersebut. Sementara itu, klinik yang menggunakan sistem RME yang dikembangkan secara mandiri perlu mengikuti proses registrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Perbarui Informasi RME Melalui DFO
Setelah sistem RME ditentukan, lakukan pemutakhiran data melalui Data Fasyankes Online (DFO). Pada tahap ini, pastikan informasi sistem RME yang dipilih sesuai dengan sistem yang benar-benar digunakan oleh klinik.
Aktifkan Akses dan Akun Integrasi
Setelah data diperbarui, proses selanjutnya adalah aktivasi akses integrasi. Klinik perlu memastikan alamat email yang didaftarkan dapat diakses karena informasi terkait aktivasi akun akan dikirimkan melalui email tersebut. Untuk RME yang menggunakan sistem dari mitra, proses yang berkaitan dengan akun penyedia sistem akan ditangani oleh mitra.
Hubungkan Data Klinik dengan Standar SATUSEHAT
Integrasi bukan hanya tentang menghubungkan dua sistem. Data dari RME klinik juga perlu disesuaikan dengan standar yang digunakan SATUSEHAT agar dapat dipertukarkan antar-sistem. Data yang perlu dipersiapkan antara lain informasi organisasi, lokasi, tenaga kesehatan, pasien, serta data pendukung lainnya. Dalam proses interoperabilitasnya, SATUSEHAT menggunakan standar HL7 FHIR untuk pertukaran data.
Monitoring dan evaluasi pengiriman data SATUSEHAT
Setelah seluruh proses integrasi selesai dilakukan, pastikan pengiriman data benar-benar berjalan dengan baik dengan melakukan monitoring berkala. Dashboard monitoring Integrasi SATUSEHAT dapat dimanfaatkan untuk memantau proses pengiriman data. Dengan monitoring ini, klinik dapat lebih cepat mengetahui kendala dan melakukan tindak lanjut bersama penyedia RME atau tim IT.
Dengan demikian, integrasi SATUSEHAT bukan sekadar mendaftarkan klinik atau memilih sistem RME, tetapi merupakan proses yang mencakup kesiapan sistem, pemutakhiran data, aktivasi akses, penyesuaian data, hingga monitoring pengiriman data.
Untuk melakukan integrasi SATUSEHAT, klinik perlu mempersiapkan dari sisi teknologi dan operasionalnya. Gunakan checklist berikut untuk mengetahui apa saja yang perlu dipersiapkan klinik sebelum integrasi SATUSEHAT:
.png)
Persiapan ini penting karena integrasi tidak hanya bergantung pada koneksi sistem, tetapi juga pada kesiapan data dan elemen pendukung seperti fasyankes, Rekam Medis Elektronik (RME), struktur organisasi, dan operasional agar pertukaran data sesuai standar SATUSEHAT dapat berjalan optimal. Dengan demikian, integrasi perlu dipahami sebagai bagian dari digitalisasi operasional klinik yang mencakup standardisasi data, efisiensi proses, serta monitoring yang lebih terukur melalui dashboard SATUSEHAT.
Pemilihan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) sebaiknya tidak hanya berdasarkan apakah sistem tersebut bisa terintegrasi SATUSEHAT. Pertimbangkan juga kebutuhan operasional klinik sehari-hari. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
KlinikMe hadir sebagai salah satu solusi digital yang membantu klinik mengelola rekam medis dan kebutuhan operasional dalam satu sistem. Dengan memilih sistem yang sesuai, klinik dapat lebih fokus pada pengelolaan pelayanan sekaligus membangun proses kerja yang lebih terstruktur.
Jadikan Integrasi SATUSEHAT Bagian dari Digitalisasi Klinik Anda
.png)
Cara integrasi SATUSEHAT untuk klinik membutuhkan kesiapan dari beberapa sisi, mulai dari data fasyankes, sistem Rekam Medis Elektronik (RME), proses pemutakhiran, hingga kesiapan data dan operasional. Bagi pemilik klinik dan pengelola klinik, integrasi SATUSEHAT sebaiknya tidak dipandang sebagai kebutuhan teknis. Dengan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) yang tepat, seluruh proses operasional klinik dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
Lihat bagaimana KlinikMe membantu banyak klinik mengelola Rekam Medis Elektronik (RME) dan operasional dalam satu sistem secara lebih sederhana dengan menjadwalkan Demo Gratis bersama tim KlinikMe. Yuk, mulai transformasi digital klinik Anda dengan KlinikMe!
1. Apakah klinik perlu terintegrasi dengan SATUSEHAT?
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, setiap fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) wajib menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik (RME) dan melakukan pertukaran data kesehatan melalui platform yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, termasuk SATUSEHAT.
2. Apakah klinik harus membuat sistem RME sendiri untuk terintegrasi dengan SATUSEHAT?
Tidak. Klinik dapat menggunakan sistem Rekam Medis Elektronik (RME) yang telah terdaftar dan terverifikasi di SATUSEHAT dari mitra atau vendor. Klinik juga dapat menggunakan sistem RME mandiri, tetapi sistem tersebut perlu didaftarkan dan diverifikasi sesuai ketentuan SATUSEHAT.
3. Apa saja yang perlu disiapkan sebelum integrasi SATUSEHAT?
Klinik perlu menyiapkan data fasyankes, sistem RME, data organisasi dan lokasi, data tenaga kesehatan dan pasien yang dibutuhkan, serta PIC yang bertanggung jawab atas proses integrasi.
4. Apakah integrasi SATUSEHAT hanya menjadi tanggung jawab tim IT?
Tidak sepenuhnya. Aspek teknis memang melibatkan vendor atau tim IT, tetapi klinik tetap perlu memastikan data fasyankes, proses operasional, dan pihak yang bertanggung jawab sudah siap.
5. Bagaimana cara mengetahui apakah pengiriman data sudah berhasil?
SATUSEHAT menyediakan Dashboard Monitoring Integrasi yang dapat digunakan untuk melihat informasi pengiriman data Rekam Medis Elektronik (RME), termasuk transaksi yang berhasil dan gagal.

15 September 2026
.png)
12 September 2026

7 September 2026

4 September 2026