Herpes zoster atau cacar api, adalah kondisi yang dipicu oleh virus varicella-zoster yang kembali aktif setelah dorman dalam tubuh sejak infeksi cacar air. Di Singapura, kasus herpes zoster menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Faktor-faktor seperti usia, stres, dan penurunan kekebalan akibat pandemi COVID-19 disebut sebagai penyebab utamanya.
Herpes zoster merupakan infeksi yang muncul sebagai ruam menyakitkan, sering disertai dengan sensasi terbakar atau gatal. Virus ini biasanya dapat aktif dan hidup kembali di saraf setelah seseorang sembuh dari cacar air, namun bisa juga kembali aktif saat sistem kekebalan tubuh melemah. Selain itu, herpes zoster juga dapat memicu komplikasi serius seperti neuralgia pasca-herpes, yaitu nyeri kronis yang menetap bahkan setelah ruam hilang.
Gejala utama pada herpes zoster seperti ruam berbentuk bintik-bintik merah yang berisi cairan, nyeri yang luar biasa, sering kali terasa seperti terbakar atau tertusuk, demam, sakit kepala, dan kelelahan, serta sensasi gatal atau mati rasa di area yang terinfeksi.
Kasus herpes zoster meningkat di Singapura bisa jadi terjadi karena beberapa faktor seperti faktor usia menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya risiko herpes zoster, terutama pada individu berusia di atas 50 tahun, karena fungsi kekebalan tubuh yang mulai melemah. Selain itu, efek COVID-19, baik dari infeksi maupun vaksinasi, diduga turut mempengaruhi sistem imun dan memicu reaktivasi virus. Pandemi juga membawa peningkatan tingkat stres yang signifikan akibat perubahan gaya hidup, yang menjadi salah satu faktor pemicu utama herpes zoster. Kombinasi ketiga faktor ini memperbesar kemungkinan seseorang mengalami kondisi tersebut.
Meskipun herpes zoster tidak menular langsung, seseorang yang belum pernah terkena cacar air atau divaksinasi dapat terkena cacar air jika kontak dengan cairan dari ruam penderita. Untuk mencegah herpes zoster, vaksinasi adalah langkah utama yang sangat efektif, terutama bagi individu berusia 50 tahun ke atas untuk mengurangi risiko infeksi dan komplikasi. Selain itu, menjaga sistem imun tetap optimal melalui pola hidup sehat, olahraga rutin, tidur yang cukup, serta manajemen stres juga sangat penting. Jika merawat penderita herpes zoster, hindari kontak langsung dengan cairan dari ruam dengan menggunakan sarung tangan dan memastikan area ruam tetap tertutup untuk mencegah penularan cacar air ke orang lain.
Dalam kasus seperti herpes zoster, catatan medis yang terorganisir sangat penting. KlinikMe menyediakan solusi Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis cloud untuk membantu klinik memantau riwayat kesehatan pasien secara akurat. Dengan fitur yang canggih, KlinikMe memudahkan tenaga medis dalam mengelola data pasien, termasuk pelacakan penyakit kronis atau kasus infeksi seperti herpes zoster.
Pelajari lebih lanjut tentang manfaat RME diKlinikMe
Tags: #HerpesZoster #CacarApi #CacarAir #VaksinHerpes #Covid19 #RekamMedisElektronik #RME #KlinikMe