Musim kemarau tahun 2025 diprediksi akan lebih panas dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau pada Maret hingga Juni, setelah melewati fase peralihan dari musim hujan. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopahelti, mengungkapkan bahwa wilayah timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, akan lebih dulu mengalami musim kemarau, sebelum akhirnya merambat ke daerah lain seperti Jawa dan Sumatera bagian selatan.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa musim hujan yang berlangsung sejak Januari hingga Februari 2025 akan berakhir pada akhir Maret. Artinya, masyarakat harus mulai bersiap menghadapi kemarau lebih awal. Selain itu, suhu udara juga diprediksi naik sekitar 0,3 hingga 0,6 derajat Celsius lebih tinggi dari kondisi normal, yang dapat meningkatkan risiko cuaca ekstrem, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, penting untuk segera mengambil langkah antisipasi agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan.
Peningkatan suhu udara tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan. Beberapa kondisi yang sering terjadi akibat suhu panas ekstrem meliputi dehidrasi, heatstroke (serangan panas), gangguan pernapasan, serta kulit kering dan iritasi. Untuk menghindari dampak negatif ini, penting bagi kita untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung.
Agar tetap sehat dan nyaman selama musim kemarau yang lebih panas ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih minimal 2 liter per hari. Kedua, gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Ketiga, hindari aktivitas luar ruangan pada siang hari yang terik dan lebih baik lakukan aktivitas fisik di pagi atau sore hari saat suhu lebih sejuk. Keempat, kenakan pakaian berbahan ringan dan menyerap keringat dengan baik. Selain itu, jaga pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan vitamin dan mineral untuk menjaga daya tahan tubuh. Tak lupa, siapkan sumber air cadangan terutama bagi yang tinggal di daerah rawan kekeringan.
Dengan meningkatnya suhu selama musim kemarau 2025, penting bagi kita untuk mempersiapkan diri. Pastikan tubuh tetap sehat, lingkungan tetap aman dan gunakan sumber daya air secara bijak. Dengan langkah antisipatif yang tepat, kita bisa menghadapi musim kemarau ini dengan lebih baik. Tetap pantau informasi terbaru dari BMKG dan terapkan gaya hidup sehat agar tetap prima di tengah suhu panas ekstrem.
Menghadapi musim kemarau yang lebih panas memerlukan perhatian ekstra terhadap kesehatan tubuh. Dengan meningkatnya risiko dehidrasi, serangan panas, hingga masalah pernapasan, penting untuk memiliki akses cepat ke layanan kesehatan.
Gunakan HelloKlinikMe, platform layanan kesehatan terpercaya yang membantu Anda menemukan fasilitas kesehatan terdekat dengan cepat dan mudah. Pastikan Anda mendapatkan layanan medis terbaik kapan saja dan di mana saja!
Tags: #MusimKemarau2025 #LaNina #BookingOnline #AplikasiKlinik #RekamMedis