Vaksin sudah ada, seperti apa sih gejala Monkeypox?

artikel

14/09/2022

oleh: Shaquilla R. A.

Akan tiba pada bulan Oktober, Mentri Kesehatan RI menyatakan Indonesia telah memesan 2.000 dosis vaksin Monkeypox produksi Bavarian Nordic, dibantu oleh KBRI Denmark

KlinikMe,  Jakarta - Walaupun dinilai masih aman dari wabah monkeypox atau yang kerap disebut dengan cacar monyet, Masyarakat Indonesia tetap perlu waspada karena yang namanya virus akan sulit untuk mendeteksi penyebarannya. Untuk saat ini, dibandingkan dengan negara-negara di benua Eropa, kasus Monkeypox di Asia relatif lebih rendah. Menurut Budi Gunadi selaku Menteri Kesehatan RI, hal ini terjadi karena adanya proteksi dari program Vaksinasi Cacar atau Smallpox yang bergulir sebelum tahun 1980.

Dilansir oleh GridHealth.id, jumlah kematian paa pasien Monkeypox di dunia saat ini berkisar 0,2% setara dengan 13 jiwa dari sekitar 48.000 pasien di 94 negara. Dengan kasus terbanyak adalah Afrika. Sementara untuk kasus Monkeypox di Asia, India menjadi negaara Asia pertama dengan kasus kematian akibat cacar monyet. Untuk Indonesia sendiri, menurut laporan yang dihimpun Kemenkes dilaporkan terdapat 42 kasus diduga cacar monyet. Satu kasus diantaranya terkonfirmasi positif, sementara 38 terkonfirmasi bukan cacar monyet dan tiga lainnya masih dalah proses penelitian.

Tanda-tanda dan gejala cacar monyet

Penyakit inveksi virus ini disebabkan oleh virus langka dari hewan atau zoonozis virus. Yang mana monyet adalah inang utama dati virus Monkeypox ini. Awalnya, kasus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1970 di Kongo, Afrika Selatan. Gejala awal Monkeypox secara umum mirip dengan penyakit cacar. Seperti gejala mirip penyakit flu yaitu demam, ruam kulit yang melepuh, hingga pembengkakan getah bening.

Seseorang yang terinfeksi virus Monkeyox akan mulai menunjukkan gejala pertamanya setelah 6-16 hari setelah terpapar. Kemudian, virus yang belum aktif akan memperbanyak diri dalam tubuh atau yang sering disebut dengan masa inkubasi. Masa inkibasi untuk virus cacar monyet sendiri berkisar antara 6-13 hari. Walaupun belum muncul gejala seseorang yang terpapar tetap bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain.

Menurut WHO, gejala cacar monyet terbagi dalam dua periode infeksi, yaitu periode invasi dan periode erupsi kulit. Berikut ulasannya:

1. Periode Inovasi

Dengan rentang waktu 0-5 hari setelah pertama kali terinfeksi virus, gejala yang ditimbulkan, seperti:

  • Demam
  • Sakit Kepala Hebat
  • Limfadenopati (Pembengkakan kelenjar getah benig)
  • Sakit Punggung
  • Nyeri Otot
  • Lemas

2. Erupsi Kulit

Munculnya ruam-ruam pada kulit, di area wajah, kaki, telapak tangan, dan juga alat kelamin. Ruam yang muncul berupa bercak atau bitnik kemerahan yang muncul selama 24 jam. Kemudian setelah empat hari, ruam itu akan berkembang menjadi bitnik-bintik yang berisi cairan dan nanah. Penderita Monkeypox akan merasakan ruam selama tiga minggu, sekitar hari kesembilan ruam-ruam tersebut akan mengering dan keropeng. Dan setelah itu seluruh keropeng pada kulit tubuh bisa mengelupas dengan sendirinya.

Begitulah gejala-gejala yang timbul pada orang yang terinfeksi cacar monyet. Dengan tetap menerapkan perilaku hidup bersih, sehat dan teratur terutama setelah berinteraksi dengan hewan. Akan menjadi langkah upaya pencegahan utama yang dapat membantu menghindari kemungkinan terkena infeksi penyakit ini. Tetap jaga protokol kesehatan dan pastikan Anda dan keluarga selalu berada dilingkungan yang sehat ya!.

Referensi:

Kemenkes.go.id

Success:

Kontan.id, HealthGrid.id

Artikel Terkait

Millenials, ini dia alasan mengapa kesehatan mental itu penting!

Awas cuaca ekstrem, dapat pengaruhi kesehatan kulit